Bersama Lingkar Ayah Indonesia, Pemuda Muhammadiyah Kalteng Akan Gelar Ruang Bincang Keayahan

Pertanyaan tentang “siapkah kita menjadi ayah?” menjadi relevan untuk diajukan sejak hari ini. Karena masa depan generasi, sejatinya sedang disiapkan, oleh cara kita memandang peran hari ini.
by April 4, 2026
1 min read
flyer kegiatan lingkar ayah indonesia dan pemuda muhammadiyah kalteng
Diskusi akan dilaksanakan pada Jumat, 10 April 2026, pukul 19.30–21.00 WIB, bertempat di A’long Space, Palangka Raya.

Menjadi pemuda kerap dipahami sebagai fase pencarian jati diri. Namun lebih dari itu, ada satu fase lanjutan yang sering luput dipersiapkan secara serius, yaitu menjadi seorang ayah. Dari titik inilah, diskusi tentang peran laki-laki dalam keluarga menjadi semakin relevan, terutama di tengah dinamika sosial hari ini.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Tengah, Yandi Novia, menegaskan bahwa perjalanan menjadi ayah bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja, melainkan proses yang perlu disadari sejak masa muda.

“Menjadi pemuda itu tentang proses, tapi menjadi ayah adalah tentang tanggung jawab. Di sinilah pentingnya kesiapan, bukan hanya secara usia, tapi juga secara nilai dan cara pandang,” ujar Yandi, yang merupakan alumni Pelatihan Penggerak Peran Ayah yang diselenggarakan pada 24–25 Januari 2026 di Eco Village, Tangkiling, Palangka Raya, bersama Rizqi Tajuddin (Founder Sekolah Sahabat Alam & Ketua Lingkar Ayah Indonesia) dan Aditya Abdurrahman (Founder Better Youth), yang semakin menguatkan perspektifnya tentang pentingnya peran ayah dalam membangun keluarga dan generasi.

Berangkat dari kesadaran tersebut, Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Tengah bersama Lingkar Ayah Indonesia menginisiasi kegiatan bertajuk “Bincang Santai: Dari Pemuda, Menjadi Ayah”.

Forum ini dirancang sebagai ruang dialog yang ringan, mengajak para pemuda untuk mulai memikirkan peran keayahan sejak dini, bukan setelah menjadi ayah.

Kegiatan ini akan menghadirkan Rizqi Tajuddin, Founder Sekolah Sahabat Alam sekaligus Ketua Lingkar Ayah Indonesia, sebagai narasumber utama. Dengan pengalaman dalam pelatihan dan seminar pengasuhan, pengelolaan komunitas diskusi ayah, serta mentoring dan pendampingan komunitas ayah, ia diharapkan mampu memberikan perspektif yang tidak hanya praktis, tetapi juga reflektif tentang peran ayah dalam membangun generasi.

Diskusi akan dilaksanakan pada Jumat, 10 April 2026, pukul 19.30–21.00 WIB, bertempat di A’long Space, Palangka Raya. Format yang santai sambil ngopi menjadi pilihan agar percakapan mengalir, terbuka, dan dekat dengan realitas kehidupan para peserta.

Lebih dari sekadar agenda organisasi, kegiatan ini membawa pesan yang lebih luas, bahwa pembangunan peradaban tidak dimulai dari ruang-ruang besar, melainkan dari keluarga. Dan keluarga, pada akhirnya, sangat ditentukan oleh kesiapan sosok ayah di dalamnya.

Di tengah perubahan zaman yang cepat, pertanyaan tentang “siapkah kita menjadi ayah?” menjadi relevan untuk diajukan sejak hari ini. Karena masa depan generasi, sejatinya sedang disiapkan, oleh cara kita memandang peran hari ini. (yn)

*Editor : Yandi Novia
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.

Baca Juga