Pemko Palangka Raya Dorong Usaha Produktif Tanpa Bakar Lahan

Pengelolaan lahan ramah lingkungan dinilai mampu menekan risiko karhutla sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat.
by Mei 12, 2026
1 min read
jangan bakar lahan |

Mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak cukup hanya melalui larangan membakar lahan. Pemerintah Kota Palangka Raya juga mendorong masyarakat memanfaatkan lahan secara produktif melalui usaha yang ramah lingkungan sehingga tetap menghasilkan nilai ekonomi tanpa merusak lingkungan.

Upaya tersebut disampaikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya dalam Sosialisasi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan yang digelar di Aula Kantor Kelurahan Pahandut, Senin (11/5/2026).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kota Palangka Raya, Untung Sutrisno, mengatakan pembukaan lahan tanpa bakar merupakan salah satu langkah efektif untuk menekan risiko karhutla sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Masyarakat perlu mulai melihat peluang usaha dari lahan yang dimiliki tanpa harus membakar,” katanya.

Menurut Untung, terdapat berbagai sektor usaha yang dapat dikembangkan melalui pengelolaan lahan secara berkelanjutan, mulai dari budidaya perikanan, peternakan, perkebunan, hingga pemanfaatan biomassa hasil pembukaan lahan tanpa bakar menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Ia menilai pendekatan tersebut tidak hanya membantu mengurangi praktik pembakaran lahan, tetapi juga menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat sehingga pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan.

Pemerintah Kota Palangka Raya, lanjut Untung, siap mendukung pengembangan usaha masyarakat sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing perangkat daerah agar potensi ekonomi lokal dapat berkembang secara optimal.

Selain itu, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa menjaga lingkungan bukan berarti mengurangi peluang usaha. Sebaliknya, pengelolaan lahan yang tepat justru dapat menghasilkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan tanpa menimbulkan risiko kebakaran.

“Harapannya, masyarakat tidak lagi bergantung pada cara-cara lama yang berisiko menimbulkan kebakaran lahan,” tambahnya.

Melalui pendekatan tersebut, Pemerintah Kota Palangka Raya berharap kesadaran masyarakat untuk mengelola lahan tanpa bakar terus meningkat, sehingga upaya pencegahan karhutla dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat. (red/yn)

*Editor : Yandi Novia
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.

Go toTop

Baca Juga