Pemko Palangka Raya Gelar Operasi Pasar LPG 3 Kg, Harga Kembali Sesuai HET

Sebanyak 150 tabung disediakan setiap hari untuk membantu masyarakat memperoleh LPG bersubsidi seharga Rp22 ribu per tabung.
by Juni 30, 2026
1 min read
Operasi Pasar LPG 3 Kg |

Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya bersama PT Pertamina Patra Niaga menggelar operasi pasar LPG 3 kilogram sebagai langkah menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan gas bersubsidi bagi masyarakat.

Operasi pasar dilaksanakan di Kelurahan Kereng Bangkirai, Selasa (30/6/2026), menyusul tingginya harga LPG 3 kilogram di tingkat eceran yang dalam beberapa waktu terakhir mencapai kisaran Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per tabung.

Pengawas Perdagangan Koordinator Bahan Pokok dan Barang Penting DPKUKMP Kota Palangka Raya, Nina Christian, mengatakan operasi pasar ditujukan bagi rumah tangga dan pelaku usaha mikro yang berhak memperoleh LPG bersubsidi.

“Kegiatan ini ditujukan bagi masyarakat rumah tangga dan pelaku usaha mikro yang berhak menerima LPG bersubsidi, sehingga mereka dapat memperoleh LPG dengan harga sesuai ketentuan pemerintah,” ujarnya.

Melalui operasi pasar tersebut, LPG 3 kilogram dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp22 ribu per tabung. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi beban masyarakat sekaligus menekan lonjakan harga di tingkat pengecer.

Nina menjelaskan, operasi pasar berlangsung selama 29 Juni hingga 3 Juli 2026 dengan menyasar sejumlah wilayah di Kota Palangka Raya. Sebanyak 150 tabung LPG 3 kilogram disediakan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keterjangkauan harga bahan kebutuhan pokok sekaligus memastikan distribusi LPG bersubsidi tepat sasaran,” jelasnya.

Salah seorang warga Kelurahan Kereng Bangkirai, Tunah, mengaku terbantu dengan adanya operasi pasar tersebut. Menurutnya, harga LPG yang dijual jauh lebih murah dibandingkan harga yang beredar di pasaran sehingga meringankan pengeluaran rumah tangga.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala agar masyarakat, khususnya rumah tangga dan pelaku usaha mikro, tetap dapat memperoleh LPG bersubsidi dengan harga sesuai ketentuan pemerintah. (red/yn)

*Editor : Yandi Novia
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.

Go toTop

Baca Juga