BPBD Bekali Siswa SD di Palangka Raya Hadapi Situasi Bencana

Edukasi jalur evakuasi dan simulasi penyelamatan diri diberikan untuk membangun budaya sadar bencana sejak usia dini.
by Mei 13, 2026
1 min read
BPBD Palangka Raya Edukasi Kesiapsiagaan Bencana |

Kemampuan mengenali jalur evakuasi dan mengetahui cara menyelamatkan diri saat keadaan darurat menjadi keterampilan penting yang perlu dimiliki anak-anak sejak usia sekolah. Melalui pemahaman tersebut, risiko kepanikan maupun korban saat terjadi bencana diharapkan dapat diminimalkan.

Sebagai bagian dari upaya membangun budaya sadar bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya menggelar sosialisasi ramah anak di SD Islam Darussalam, Kota Palangka Raya, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan tersebut tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga simulasi sederhana agar para siswa memahami langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat di lingkungan sekolah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Pauzi, mengatakan anak-anak merupakan kelompok yang perlu mendapatkan edukasi kebencanaan sejak dini karena termasuk kelompok yang rentan ketika terjadi bencana.

“Melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan kesadaran serta kesiapan anak-anak dalam menghadapi potensi bencana, khususnya dengan memahami penggunaan jalur evakuasi yang benar di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Dalam sosialisasi tersebut, para siswa diperkenalkan dengan fungsi jalur evakuasi, lokasi titik kumpul yang aman, hingga tahapan penyelamatan diri apabila terjadi bencana. Materi kemudian diperkuat melalui simulasi agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkannya secara langsung.

Menurut Heri, pendekatan yang interaktif dipilih agar materi lebih mudah dipahami sekaligus membangun kebiasaan positif dalam menghadapi situasi darurat tanpa kepanikan.

Ia berharap edukasi semacam ini dapat menumbuhkan budaya kesiapsiagaan di lingkungan sekolah, sehingga para siswa memiliki bekal pengetahuan dasar untuk melindungi diri sendiri maupun membantu orang lain ketika terjadi bencana.

“Harapannya, anak-anak dapat lebih sigap, tidak panik, serta mengetahui langkah penyelamatan diri yang tepat saat menghadapi situasi bencana,” pungkasnya. (red/yn)

*Editor : Yandi Novia
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.

Go toTop

Baca Juga