Menjaga keamanan dan kerukunan di tengah masyarakat yang semakin beragam membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, termasuk lembaga adat. Karena itu, Pemerintah Kota Palangka Raya menilai Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (BATAMAD) memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjaga kondusivitas daerah sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya Dayak.
Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, saat menghadiri Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus BATAMAD Kota Palangka Raya Masa Bakti 2025–2030 di Aula Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Rabu (13/5/2026).
Menurut Fairid, BATAMAD bukan sekadar organisasi kemasyarakatan, tetapi merupakan bagian dari kelembagaan adat yang memiliki dasar hukum melalui Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 16 Tahun 2008.
“BATAMAD memiliki tugas mulia menjaga kearifan lokal sekaligus bersinergi dengan aparat keamanan dalam menciptakan kondusivitas daerah,” ujarnya.
Ia mengatakan, perkembangan Kota Palangka Raya sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah membawa konsekuensi meningkatnya keberagaman masyarakat. Kondisi tersebut menjadi kekuatan yang harus dijaga melalui semangat persatuan dan penghormatan terhadap budaya serta kearifan lokal.
Dalam konteks itulah, BATAMAD diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga filosofi Huma Betang yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan, toleransi, dan saling menghormati.
“BATAMAD adalah garda terdepan dalam mengawal filosofi Huma Betang, memastikan kemajuan zaman tidak menggerus nilai-nilai luhur, dan memastikan pembangunan tetap berjalan di atas penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat,” katanya.
Fairid juga mengingatkan pengurus yang baru dilantik agar tidak hanya menjalankan fungsi organisasi secara administratif, tetapi mampu menghadirkan program yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, keberadaan BATAMAD harus benar-benar dirasakan melalui peran aktif dalam membantu menyelesaikan persoalan sosial, memberikan perlindungan kepada masyarakat adat, serta menjadi mitra pemerintah dalam menjaga ketertiban dan kedamaian.
“Jangan hanya gagah dengan seragam, tapi harus hadir saat masyarakat membutuhkan perlindungan dan keadilan,” tegasnya.
Ia berharap kepengurusan BATAMAD yang baru dapat membangun organisasi yang profesional, berwibawa, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, sehingga sinergi antara pemerintah daerah, lembaga adat, dan masyarakat semakin kuat dalam menjaga persatuan serta mendukung pembangunan Kota Palangka Raya. (red/yn)
*Editor : Yandi Novia
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.
