BASMI Permudah Warga Palangka Raya Menabung Sampah dari Lingkungan Sendiri

Layanan keliling Bank Sampah Jekan Mandiri menghadirkan sistem jemput sampah sekaligus edukasi pengelolaan sampah berbasis ekonomi kepada masyarakat.
by Mei 16, 2026
1 min read
program basmi |

Warga Kota Palangka Raya kini tidak perlu lagi datang ke bank sampah untuk menabung sampah yang memiliki nilai ekonomi. Melalui program Bank Sampah Jekan Mandiri Keliling (BASMI), layanan jemput dan tabung sampah hadir langsung di lingkungan permukiman guna mempermudah masyarakat mengelola sampah dari rumah.

Program tersebut kembali digelar di Posyandu Marina, Jalan Marina Permai II, Kota Palangka Raya, Sabtu (16/5/2026). Selain menerima setoran sampah, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya memilah sampah sebagai bagian dari gaya hidup ramah lingkungan.

Direktur Bank Sampah Jekan Mandiri, Maria Edi Jati Wirawati, mengatakan BASMI dirancang untuk mendekatkan layanan bank sampah kepada masyarakat sekaligus meningkatkan partisipasi warga dalam pengelolaan sampah berbasis ekonomi.

“Program BASMI ini kami hadirkan untuk mempermudah masyarakat dalam menabung sampah yang memiliki nilai ekonomi. Jadi warga tidak perlu jauh-jauh datang ke bank sampah, karena layanan kami hadir langsung ke lingkungan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Maria, masih banyak sampah rumah tangga yang sebenarnya memiliki nilai jual apabila dipilah sejak dari rumah. Karena itu, pihaknya terus mengedukasi masyarakat agar mulai membiasakan memilah sampah sebelum dibuang.

Dalam layanan BASMI, masyarakat dapat menyetorkan berbagai jenis sampah yang dapat didaur ulang, seperti kertas, kardus, botol plastik, kaleng, besi, hingga minyak jelantah. Seluruh sampah yang diterima harus dalam kondisi bersih, kering, dan telah dipilah sesuai jenisnya.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan edukasi bahwa sampah bukan hanya limbah, tetapi juga memiliki manfaat ekonomi jika dikelola dengan benar,” katanya.

Selain membantu mengurangi timbunan sampah, program tersebut juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Hasil tabungan sampah dapat dicairkan dalam bentuk uang tunai, saldo dompet digital (e-wallet), tabungan emas Pegadaian, paket sembako, maupun tabungan pada bank konvensional.

Maria berharap layanan keliling BASMI dapat menjangkau lebih banyak kawasan permukiman sehingga semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan sampah berbasis ekonomi.

“Kami berharap masyarakat semakin sadar pentingnya pengelolaan sampah dan menjadikan kebiasaan memilah sampah sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari,” tutupnya. (red/yn)

*Editor : Yandi Novia
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.

Go toTop

Baca Juga