Didorong Investasi dan Sektor Jasa, Pertumbuhan Ekonomi Palangka Raya Tertinggi di Kalteng

Kinerja investasi, administrasi pemerintahan, konstruksi, jasa keuangan, serta transportasi menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Kota Palangka Raya pada Triwulan I 2026.
by Juni 16, 2026
1 min read
padhi tani grand opening di duta mall palangka raya |
Flyer Grand Opening Padhi Tani Palangkaraya di Duta Mall Palangka Raya yang resmi dibuka pada Selasa (9/6/2026). Restoran bernuansa kuliner Nusantara tersebut menawarkan promo cashback 100 persen bagi 30 transaksi pertama sebagai bagian dari pembukaan usaha baru yang turut memperkuat geliat investasi di Kota Palangka Raya. INSTAGRAM DUTAMALL_PLKRAYA

Investasi dan sektor jasa menjadi motor utama yang mengantarkan Kota Palangka Raya mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Kalimantan Tengah pada Triwulan I 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah tumbuh 5,94 persen secara tahunan (year on year) atau berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi provinsi sebesar 3,79 persen maupun nasional yang mencapai 5,61 persen.

Capaian tersebut sekaligus menempatkan Palangka Raya di posisi teratas dibandingkan seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah dalam hal laju pertumbuhan ekonomi pada awal tahun 2026.

Baca juga: Triwulan I 2026, Ekonomi Palangka Raya Tumbuh 5,94 Persen

Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Palangka Raya atas dasar harga berlaku juga tercatat mencapai Rp7.169,5 miliar, mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi di berbagai sektor.

Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi berasal dari sektor administrasi pemerintahan yang mencapai 11,33 persen. Kinerja positif juga ditunjukkan sektor konstruksi sebesar 8,15 persen, jasa keuangan 8,08 persen, transportasi dan pergudangan 7,09 persen, serta perdagangan dan reparasi sebesar 4,19 persen.

Sektor administrasi pemerintahan menjadi penyumbang terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi dengan kontribusi sebesar 2 persen, disusul perdagangan dan reparasi sebesar 0,87 persen, transportasi dan pergudangan 0,73 persen, jasa keuangan 0,72 persen, serta konstruksi 0,68 persen.

Sementara itu, dari sisi pengeluaran, investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi dengan kenaikan mencapai 8,47 persen. Konsumsi pemerintah tumbuh 7,30 persen, sedangkan konsumsi rumah tangga meningkat 3,61 persen.

Investasi juga menjadi komponen dengan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi Palangka Raya, yakni mencapai 3,15 persen. Selanjutnya disusul konsumsi pemerintah sebesar 2,36 persen dan konsumsi rumah tangga sebesar 1,45 persen.

Meski secara tahunan menunjukkan tren positif, secara triwulanan (quarter to quarter) ekonomi Palangka Raya mengalami kontraksi sebesar 7,77 persen. Kondisi tersebut merupakan pola musiman yang umumnya dipengaruhi melambatnya realisasi belanja pemerintah dan aktivitas ekonomi setelah berakhirnya tahun anggaran sebelumnya.

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menilai capaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa aktivitas ekonomi daerah terus tumbuh seiring meningkatnya geliat dunia usaha dan pelaksanaan pembangunan.

“Ini tentu menjadi kabar baik bagi kita semua. Pertumbuhan ekonomi yang positif menunjukkan bahwa Palangka Raya terus bergerak. Namun yang paling penting, pertumbuhan ini harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Menurut Fairid, pemerintah daerah akan terus menjaga momentum tersebut dengan memperkuat pembangunan infrastruktur, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memberdayakan UMKM, serta menciptakan iklim investasi yang sehat dan kondusif agar pertumbuhan ekonomi semakin merata.

“Pemerintah Kota Palangka Raya akan terus bekerja agar ekonomi daerah tumbuh lebih kuat, lebih merata, dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, pelaku UMKM, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi sehingga Palangka Raya dapat terus berkembang sebagai kota yang maju dan berdaya saing. (red/yn)

*Editor : Yandi Novia
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.

Go toTop

Baca Juga