Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadaman Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalimantan Tengah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengoperasikan empat armada udara untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau 2026. Armada tersebut terdiri atas dua helikopter water bombing dan dua armada patroli udara.
Hingga 16 Juli 2026, dua helikopter water bombing telah melaksanakan 1.106 sorti dengan total 4.424.000 liter air yang dijatuhkan ke sejumlah titik kebakaran di berbagai wilayah Kalimantan Tengah.
Helikopter EH-60A/ZK-HKU milik PT Garuda Persada Internasional mencatat 731 sorti dengan total 2.924.000 liter air menggunakan bucket berkapasitas 4.000 liter. Sementara helikopter SA330J Puma/N-814AR milik PT Aviasindo Global Trans melaksanakan 375 sorti dengan total 1.500.000 liter air.
Operasi udara juga diperkuat melalui patroli untuk mendeteksi titik api sejak dini. Helikopter Bell 206 L3/PK-FBH telah melaksanakan 22 sorti dengan total 69,42 jam terbang, sedangkan pesawat C206B EX/PK-FPU melakukan 9 sorti dengan total 38,13 jam terbang.
Secara keseluruhan, armada patroli udara tersebut mencatat 31 sorti dengan akumulasi 107,55 jam terbang. Seluruh operasi dipusatkan dari Palangka Raya untuk mendukung penanganan karhutla di berbagai wilayah Kalimantan Tengah.
Kepala Pelaksana BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib, mengatakan operasi udara menjadi salah satu strategi penting dalam mendukung penanganan karhutla, terutama di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
“Operasi water bombing sangat membantu pemadaman di lokasi yang sulit dijangkau,” ujar Ahmad Toyib dalam keterangan resmi BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah di Palangka Raya, Jumat (17/7/2026).
Menurut Toyib, operasi pemadaman dari udara berjalan beriringan dengan patroli udara yang berfungsi memantau kondisi lapangan sekaligus mendeteksi kemunculan titik api sejak dini agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
“Sementara patroli udara berperan penting dalam mendeteksi titik api lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” katanya.
Keberadaan armada udara tersebut diharapkan semakin memperkuat efektivitas penanganan karhutla sekaligus mendukung upaya pemerintah menekan meluasnya kebakaran selama musim kemarau. (red/yn)
*Editor : Yandi Novia
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.
