Menteri Mukhtarudin Paparkan Program Strategis KP2MI di Universitas Muhammadiyah Palangka Raya

Fokus utama pemerintah saat ini adalah pelaksanaan program quick win Presiden, yakni menyiapkan 500 ribu pekerja migran pada tahun 2026.
by November 28, 2025
2 mins read
Menteri P2MI, Mukhtarudin usai melaksanakan kunjungan kerja ke Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Jum'at (28/11/2025).

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin melakukan kunjungan kerja ke Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR), Jumat siang (28/11/2025).

Kehadiran Menteri Mukhtarudin disambut Rektor UMPR Dr. H. Muhammad Yusuf, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalteng Prof. Ahmad Syar’i, Pj. Sekretaris Daerah Kalteng Leonard S. Ampung, Ketua DPRD Kota Palangka Raya H. Subandi, serta civitas akademika UMPR dan tokoh Muhammadiyah lainnya.

Mukhtarudin menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan menyampaikan berbagai program strategis pemerintah, khususnya yang berada dalam lingkup tugas Kementerian P2MI.

“Hadirnya saya ke UMPR ini tentu dalam rangka menyampaikan program-program strategis pemerintah terkait ruang lingkup Kementerian P2MI,” ujarnya.

Salah satu fokus utama pemerintah, kata Mukhtarudin, adalah pelaksanaan program quick win Presiden untuk menyiapkan 500 ribu pekerja migran pada tahun 2026.

“Itu terkait program quick win dari Bapak Presiden Prabowo, tentang menyiapkan 500 ribu pekerja migran untuk tahun 2026,” tegasnya.

Ia menyebut peningkatan kompetensi sebagai kunci utama pencapaian target tersebut. Karena itu, pemerintah memperluas kerja sama dengan lembaga vokasi, kementerian, dan perguruan tinggi.

“Di pusat kita sudah bekerja sama dengan sejumlah kementerian, lembaga vokasi, dan perguruan tinggi. Makanya saya ke Kalimantan Tengah untuk membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi di daerah,” katanya.

Mukhtarudin menekankan peran pemerintah sebagai fasilitator yang menyiapkan iklim pendukung, menyederhanakan regulasi, dan mempercepat mekanisme penyiapan pekerja migran profesional.

“Kami dari pemerintah berperan sebagai fasilitator. Kami menciptakan iklimnya, membuat regulasinya, mempermudah mekanismenya, dan sektor perguruan tinggi masuk dalam target sinergi kita,” ujarnya.

Ia juga mendorong pembentukan migran center di kampus-kampus, termasuk UMPR.

“Kita mendorong terbentuknya migran center di perguruan-perguruan tinggi, termasuk Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, agar lulusan UMPR bisa go global,” jelasnya.

Menurut Mukhtarudin, keberadaan migran center memberi manfaat ganda, yakni memperkuat kapasitas kampus dan memberdayakan masyarakat Kalimantan Tengah.

Ke depan, pemerintah dan kampus akan menggelar pertemuan teknis untuk mempersiapkan MoU, perjanjian kerja sama, hingga pendampingan pendirian migran center.

“Untuk tindak lanjutnya, nanti kita akan melakukan pertemuan yang lebih teknis untuk menyiapkan MoU dulu, kemudian perjanjian kerja sama, lalu kami melakukan pendampingan,” ujarnya.

Saat ini, Kementerian P2MI telah bekerja sama dengan delapan perguruan tinggi. Namun Mukhtarudin menilai jumlah tersebut belum memadai untuk menjawab kebutuhan besar penyiapan SDM pekerja migran nasional.

“Peluang ini tidak bisa kita jawab dengan satu perguruan tinggi. Program quick win ini bukan angka yang kecil, makanya kita akan kembangkan seluruh Indonesia,” katanya.

Untuk Kalimantan Tengah, kerja sama dengan Poltekkes Kemenkes Palangka Raya sudah berjalan dan diperbarui. Sementara UMPR dan UPR akan segera menyusul.

“Untuk Kalimantan Tengah sendiri yang sudah jalan ada kerja sama dengan Poltekkes Kemenkes Palangka Raya. Untuk Universitas Muhammadiyah dan UPR akan kita proses,” ujar Mukhtarudin.

Sementara itu Rektor Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Dr. Muhammad Yusuf, menyambut baik arahan yang disampaikan Menteri P2MI. Menjadi peluang besar bagi lulusan UMPR untuk bersaing di dunia kerja internasional.

“Dengan terbukanya lapangan pekerjaan ini, lulusan kita memiliki harapan yang baik untuk masa depannya,” ucapnya.

Yusuf juga mengungkapkan bahwa UMPR telah memiliki dua program internasional, yaitu magang dan KKN luar negeri.

Kehadiran Menteri P2MI disebut dapat memperkuat sinergi dan membuka peluang kolaborasi lebih luas.

“Ini langkah awal, dan dengan hadirnya Pak Menteri bisa menjadi sinergi yang sangat baik,” tutupnya. (Ahaf/yn)

*Editor : Yandi Novia
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.

Baca Juga