Pemko Palangka Raya Perluas Dapur MBG hingga Wilayah 3T

Pemko Palangka menyiapkan 16 titik dapur SPPG khusus di wilayah 3T yang berada di luar dapur reguler perkotaan.
by Januari 26, 2026
1 min read
Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini saat mendampingi Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia Muhammad Qodari meninjau SPPG Pahandut Panarung di Palangka Raya. KSP RI/YOAN PRAMOGA

Pemerintah Kota Palangka Raya terus mengoptimalkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memperluas pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk ke wilayah terluar, terpencil, dan tertinggal (3T).

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengatakan perluasan dapur SPPG tidak hanya difokuskan di kawasan perkotaan, tetapi juga diarahkan untuk menjangkau masyarakat di wilayah 3T agar layanan MBG dapat dirasakan secara merata.

“Selama ini dapur SPPG di wilayah kota masih menjadi tulang punggung pelaksanaan program MBG. Ke depan, Pemko mulai memberi perhatian lebih ke wilayah 3T yang membutuhkan pendekatan dan skema layanan berbeda,” ujar Zaini, Minggu (25/1/2026).

Zaini menjelaskan, saat ini terdapat 25 dapur SPPG di wilayah perkotaan Palangka Raya. Dari jumlah tersebut, 24 dapur telah beroperasi, sementara satu dapur masih dalam tahap perbaikan.

Selain itu, Pemko Palangka Raya juga menyiapkan 16 titik dapur SPPG khusus di wilayah 3T yang berada di luar dapur reguler perkotaan.

“Untuk wilayah 3T, kami menyiapkan 16 titik dapur SPPG. Sebanyak 15 dapur sudah siap beroperasi, sedangkan satu titik masih dalam proses pencarian lokasi,” jelasnya.

Menurut Zaini, dapur SPPG di wilayah 3T memiliki skema layanan berbeda dibandingkan dapur di perkotaan, terutama dari sisi jumlah penerima manfaat.

“Di dalam kota, penerima MBG bisa lebih dari 2.000 orang. Sementara di wilayah 3T berkisar antara 100 hingga 800 penerima, namun tetap harus dilayani secara optimal,” katanya.

Ia menegaskan, seluruh dapur SPPG wajib memenuhi standar keamanan pangan sebelum beroperasi.

“Setiap dapur harus mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dan akan terus diawasi oleh Satgas MBG bersama Badan Gizi Nasional,” tutupnya. (Ahaf)

Baca Juga