Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menjelaskan makna dan filosofi logo Hari Jadi ke-61 Pemerintahan Kota Palangka Raya dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kota Palangka Raya saat kegiatan silaturahmi bersama insan pers di Sejiwo Coffee Club, Sabtu (13/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Fairid menyampaikan bahwa logo yang telah resmi diluncurkan pada 26 Mei 2026 itu mengusung tema “Palangka Raya Kota Kolaborasi” sebagai representasi semangat kebersamaan dalam membangun daerah.
Menurut Fairid, tema kolaborasi dipilih karena menjadi nilai yang terus didorong Pemerintah Kota Palangka Raya dalam melaksanakan berbagai program pembangunan maupun rangkaian kegiatan peringatan hari jadi tahun 2026 ini.
“Pemerintah kota mengedepankan semangat kolaborasi dalam menyukseskan berbagai agenda yang telah disusun untuk memeriahkan dua momentum penting tersebut,” kata Fairid.
Ia mengatakan kolaborasi tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan seluruh lapisan masyarakat yang memiliki peran penting dalam pembangunan kota.
“Melalui kebersamaan dan kolaborasi, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat turut berperan dalam mendukung pembangunan dan kemajuan Kota Palangka Raya,” ujarnya.
Logo Hari Jadi ke-61 Pemerintahan Kota Palangka Raya dan HUT ke-69 Kota Palangka Raya dirancang oleh desainer asal Kalimantan Tengah, Galang Tiopani Segah. Konsep visualnya memadukan unsur budaya Dayak dengan desain modern yang mencerminkan identitas dan semangat masyarakat Palangka Raya.

“Logo ini saya rancang dengan mengangkat semangat kolaborasi yang menjadi identitas Kota Palangka Raya. Setiap elemen visual dipilih untuk merepresentasikan kebersamaan masyarakat dalam membangun kota tanpa meninggalkan akar budaya Dayak,” ujar Galang, seperti pernyataan pada Selasa (26/5/2026) yang lalu.
Ia menjelaskan setiap elemen dalam logo memiliki makna tersendiri. Penari perempuan melambangkan keterbukaan terhadap gagasan dan semangat penyambutan, Tugu Bundaran Besar menjadi simbol ruang kolaborasi masyarakat, penari laki-laki menggambarkan kekuatan dan keberanian, sedangkan alat musik garantung dan kacapi menjadi simbol harmonisasi dalam keberagaman.
Selain itu, pemilihan palet warna yang terinspirasi dari kayu ulin, kain ikat, dan kain pinggang merah menjadi representasi kekayaan budaya Kalimantan Tengah yang dikemas dengan nuansa hangat, alami, dan membumi.
Melalui filosofi tersebut, logo diharapkan tidak sekadar menjadi identitas visual peringatan Hari Jadi ke-61 Pemerintahan Kota Palangka Raya dan HUT ke-69 Kota Palangka Raya, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mendukung kemajuan Kota Cantik. (yn)
*Editor : Yandi Novia
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.
