Sensus Ekonomi 2026 Jadi Fondasi Penyusunan Kebijakan Pembangunan Kota Palangka Raya

Data hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi acuan pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan sekaligus referensi bagi investor dan pelaku usaha melihat potensi ekonomi Kota Palangka Raya.
by Juni 16, 2026
2 mins read
Sensus Ekonomi 2026 di Kota Palangka Raya |
Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini, Ketua DPRD Kota Palangka Raya Subandi, Kepala BPS Kota Palangka Raya Amos Adam Residul, berfoto bersama perwakilan petugas Sensus Ekonomi 2026 pada kegiatan Pencanangan Pelaksanaan dan Pembukaan Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Hotel Swiss-Bel Danum Palangka Raya, Selasa (9/6/2026). Foto: MC Palangka Raya

Data yang dihasilkan melalui Sensus Ekonomi (SE) 2026 akan menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan dan perencanaan ekonomi Kota Palangka Raya di masa mendatang. Selain menjadi acuan pemerintah dalam merumuskan program yang tepat sasaran, data tersebut juga akan menjadi referensi strategis bagi investor dan pelaku usaha dalam melihat potensi ekonomi daerah.

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengatakan data hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan dan perencanaan ekonomi daerah. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Pencanangan Pelaksanaan dan Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Kota Palangka Raya di Hotel Swiss-Bel Danum Palangka Raya, Selasa (9/6/2026).

“Data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi kompas bagi pemerintah dalam menentukan arah pembangunan yang tepat sasaran. Selain itu, data ini juga akan menjadi referensi penting bagi investor dan pelaku usaha dalam menentukan strategi investasi sesuai karakteristik perekonomian Palangka Raya,” ujar Achmad Zaini.

Menurut Zaini, pentingnya sensus ekonomi semakin terasa di tengah tren pertumbuhan ekonomi Kota Palangka Raya yang terus menunjukkan kinerja positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Kota Palangka Raya pada Triwulan I Tahun 2026 tumbuh 5,94 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61 persen maupun Provinsi Kalimantan Tengah yang sebesar 3,79 persen.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi di Kota Palangka Raya terus berkembang dan memerlukan perencanaan pembangunan yang berbasis data agar pertumbuhan yang terjadi dapat memberikan manfaat yang merata bagi masyarakat.

Sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya dinilai memiliki posisi strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, khususnya pada sektor jasa. Potensi tersebut perlu didukung dengan informasi statistik yang komprehensif sehingga kebijakan yang diambil pemerintah mampu menjawab kebutuhan pembangunan secara nyata.

Untuk mendukung hal tersebut, Badan Pusat Statistik Kota Palangka Raya tengah mempersiapkan pelaksanaan pendataan lengkap Sensus Ekonomi 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Kepala BPS Kota Palangka Raya, Amos Adam Residul, mengatakan Sensus Ekonomi merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik dan menjadi sensus ekonomi kelima yang dilaksanakan Indonesia sejak pertama kali digelar pada 1986.

Menurutnya, sensus tersebut akan menghasilkan berbagai informasi strategis mengenai struktur perekonomian daerah, karakteristik usaha, perkembangan ekonomi digital, ekonomi lingkungan, hingga kondisi ekonomi rumah tangga.

“Sensus Ekonomi akan menghasilkan berbagai informasi strategis, mulai dari struktur ekonomi, karakteristik usaha, perkembangan ekonomi digital, ekonomi lingkungan, hingga kondisi ekonomi rumah tangga,” jelas Amos.

Ia menambahkan, tahapan pendataan pendahuluan telah dilaksanakan sejak 1 Mei 2026 melalui pengisian kuesioner bersama berbagai sektor usaha dan institusi dengan dukungan sejumlah perangkat daerah. Proses tersebut mendapat respons positif dari pelaku usaha maupun instansi pemerintah.

Selanjutnya, sebanyak 220 mitra statistik yang terdiri atas 194 petugas pendataan lapangan dan 28 petugas pemeriksa akan diterjunkan untuk melakukan pendataan langsung kepada seluruh unit usaha di Kota Palangka Raya, mulai dari usaha besar hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Amos menegaskan seluruh data yang dikumpulkan dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik sesuai ketentuan perundang-undangan.

Ia berharap dukungan pemerintah daerah, pelaku usaha, organisasi, dan masyarakat terus terjalin agar Sensus Ekonomi 2026 mampu menghasilkan data yang lengkap dan berkualitas sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

“Semoga kolaborasi dan sinergi yang terjalin membawa kesuksesan dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Palangka Raya sehingga menghasilkan data yang lengkap, akurat, dan berkualitas sebagai dasar pengambilan kebijakan pembangunan ekonomi yang tepat sasaran,” pungkasnya. (red/yn)

*Editor : Yandi Novia
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.

Go toTop

Baca Juga