Pemuda Muhammadiyah Barito Utara Gelar Baitul Arqam Dasar DAS Barito 21-22 Juni 2026

Baitul Arqam Dasar bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan awal dari proses kaderisasi yang harus berlangsung secara berjenjang dan berkesinambungan di seluruh tingkatan organisasi.
pwpm kalteng dan pdpm barut hadiri tanwir 2 di bali |
Jajaran Ketua, Sekretaris dan Kabid Organisasi Pemuda Muhammadiyah Kalteng, serta Ketua PDPM Barito Utara (ujung kiri), dan Bendahara PDPM Barito Utara (ujung kanan) saat mengikuti Tanwir 2 Pemuda Muhammadiyah di Denpasar, Bali, 21-23 Mei 2026.

Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Barito Utara (PDPM Barut) akan menggelar Baitul Arqam Dasar (BAD) DAS Barito Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat pembinaan ideologi dan kaderisasi Pemuda Muhammadiyah.

Kegiatan bertema “Membentuk Kader Militan, Intelektual dan Berkarakter Al-Ma’un” dijadwalkan berlangsung pada 21–22 Juni 2026 di SMP IT Muhammadiyah Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara.

Ketua PDPM Barito Utara, Muhammad Farid Ansyori, mengatakan Baitul Arqam Dasar merupakan jenjang kaderisasi yang dirancang untuk membangun pemahaman dasar mengenai Islam, Kemuhammadiyahan, dan peran kepemudaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, proses kaderisasi menjadi fondasi penting dalam mencetak kader yang memiliki integritas, wawasan, serta komitmen terhadap gerakan dakwah amar makruf nahi mungkar.

“Kaderisasi ini dimaksudkan untuk membentuk kader yang beriman, berilmu, beramal, serta memiliki komitmen terhadap gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar di tengah masyarakat,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).

Farid menegaskan, tantangan organisasi ke depan menuntut hadirnya kader yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga memiliki kapasitas intelektual dan kepedulian sosial yang tinggi.

“Kami tidak ingin melahirkan kader setengah-setengah. Yang dibutuhkan adalah kader yang kuat imannya, tajam pikirannya, dan hangat hatinya sehingga mampu menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, Baitul Arqam Dasar bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan awal dari proses kaderisasi yang harus berlangsung secara berjenjang dan berkesinambungan di seluruh tingkatan organisasi.

Karena itu, seluruh pimpinan cabang Pemuda Muhammadiyah di wilayah Barito Raya didorong untuk terus mengintensifkan program kaderisasi sebagai upaya menyiapkan regenerasi kepemimpinan di masa mendatang.

“Baitul Arqam ini adalah titik awal, bukan akhir. Kaderisasi harus terus berjalan agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan di masa mendatang,” jelasnya.

Selain memperkuat kapasitas kader, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang mempererat silaturahmi dan membangun kolaborasi antarkader Pemuda Muhammadiyah di wilayah Barito Raya.

Melalui jejaring yang semakin kuat, Farid berharap berbagai program organisasi dapat dijalankan secara lebih sinergis dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Kami berharap kader yang terbentuk dapat menjadi jembatan kolaborasi antar daerah, sehingga program-program Pemuda Muhammadiyah dapat berjalan lebih sinergis dan berdampak luas bagi masyarakat,” pungkasnya. (Ahaf)

*Editor : Yandi Novia
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.

Go toTop

Baca Juga