Penguatan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten menjadi salah satu kunci menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dinamis. Karena itu, keberadaan lembaga kursus dan pelatihan dinilai memiliki peran strategis dalam membekali masyarakat dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan industri dan peluang usaha.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, saat menghadiri pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (FPLKP) Kalimantan Tengah periode 2026–2031 di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Kalimantan Tengah, Palangka Raya, Selasa (19/5/2026).
Menurut Fairid, pendidikan nonformal menjadi salah satu instrumen penting dalam mencetak tenaga kerja yang terampil, adaptif, dan mampu bersaing di tengah perkembangan teknologi maupun perubahan kebutuhan pasar kerja.
“Lembaga kursus dan pelatihan menjadi salah satu pilar penting dalam meningkatkan kompetensi masyarakat, terutama di bidang keterampilan kerja dan kewirausahaan,” ujarnya.
Ia mengapresiasi kepengurusan FPLKP Kalimantan Tengah yang baru dilantik dan berharap organisasi tersebut mampu menghadirkan berbagai program pelatihan yang inovatif, relevan, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Fairid menegaskan, Pemerintah Kota Palangka Raya akan terus mendukung pengembangan pendidikan nonformal sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas kesempatan masyarakat memperoleh keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja.
Menurutnya, keberhasilan peningkatan kualitas SDM tidak dapat diwujudkan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, lembaga pelatihan, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan agar program pengembangan kompetensi dapat berjalan lebih efektif.
“Kolaborasi yang baik akan melahirkan masyarakat yang lebih kompeten, produktif, dan mampu bersaing,” tandasnya.
Melalui kepengurusan baru FPLKP Kalimantan Tengah, Fairid berharap kolaborasi antara pemerintah dan lembaga kursus semakin kuat sehingga mampu melahirkan tenaga kerja yang berkualitas, memperkuat kewirausahaan, serta mendukung pembangunan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (red/yn)
*Editor : Yandi Novia
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.
