Bereng Bengkel Andalkan Inovasi Satgas Sigap di Lomba Desa Pangan Aman Nasional

Sistem pengawasan pangan berbasis masyarakat menjadi salah satu inovasi unggulan Kelurahan Bereng Bengkel dalam ajang Desa Pangan Aman 2026.
by Mei 12, 2026
1 min read
Bereng Bengkel Andalkan Inovasi Satgas Sigap |

Kelurahan Bereng Bengkel, Kota Palangka Raya, membawa inovasi pengawasan pangan berbasis masyarakat dalam ajang Lomba Desa Pangan Aman Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Inovasi tersebut menjadi salah satu andalan untuk menunjukkan komitmen daerah dalam mewujudkan pangan yang aman, sehat, dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut dipaparkan pada tahapan wawancara yang dilaksanakan secara daring dari Aula Peteng Karuhei II, Kantor Wali Kota Palangka Raya, Senin (11/5/2026).

Pada kompetisi tingkat nasional itu, Kelurahan Bereng Bengkel menjadi salah satu dari 15 desa dan kelurahan yang mewakili berbagai provinsi di Indonesia. Peserta lainnya berasal dari sejumlah daerah, di antaranya Kelurahan Munjul (Jakarta Timur), Kalurahan Guwosari (Bantul), serta Kelurahan Ampenan Selatan (Kota Mataram).

Lurah Bereng Bengkel, Ahmad Riyadi, mengatakan salah satu inovasi utama yang dipresentasikan adalah Satgas Sigap (Siaga Pengawasan Pangan), yakni sistem pengawasan pangan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

Melalui sistem tersebut, warga dapat melaporkan berbagai persoalan yang berkaitan dengan keamanan pangan melalui layanan WhatsApp sehingga setiap laporan dapat ditindaklanjuti secara lebih cepat.

“Melalui Satgas Sigap, masyarakat dapat dengan cepat melaporkan berbagai persoalan yang berkaitan dengan pangan melalui layanan perpesanan instan WhatsApp sehingga penanganannya bisa dilakukan secara cepat dan tepat,” ujarnya.

Selain mengembangkan sistem pengawasan, Kelurahan Bereng Bengkel juga memperkuat program Desa Pangan Aman melalui pemberdayaan pelaku usaha pangan lokal. Di antaranya kelompok Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) Bereng Bangas serta Kelompok Usaha Bersama (KUB) Bereng Bengkel Sejati yang memproduksi amplang berbahan ikan gabus.

Upaya peningkatan keamanan pangan juga didukung keberadaan depot air minum isi ulang yang saat ini tengah berproses memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sebagai bagian dari pemenuhan standar kesehatan bagi masyarakat.

Tak hanya itu, program Desa Pangan Aman di Bereng Bengkel terintegrasi dengan berbagai kegiatan lain, seperti Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), pengembangan agrowisata hidroponik, peternakan, budidaya perikanan, hingga program Orang Tua Asuh Cegah Stunting.

Menurut Riyadi, integrasi berbagai program tersebut menjadi bukti bahwa keamanan pangan tidak hanya berkaitan dengan pengawasan produk, tetapi juga menyangkut pola hidup sehat, ketahanan pangan keluarga, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Harapan kami, program ini dapat terus berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dalam meningkatkan kualitas kesehatan, ketahanan pangan, maupun kesejahteraan warga,” pungkasnya. (red/yn)

*Editor : Yandi Novia
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.

Go toTop

Baca Juga