Achmad Zaini Resmikan WAN Center, Perkuat Layanan Rehabilitasi Narkoba di Palangka Raya

Pusat rehabilitasi diharapkan menjadi ruang pemulihan yang humanis melalui layanan medis, sosial, dan pemberdayaan keterampilan.
by Juni 26, 2026
1 min read
wan center palangka raya |

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, meresmikan pusat rehabilitasi narkoba WAN Center di Jalan Karanggan, Jumat (26/6/2026). Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan memperkuat upaya penanganan penyalahgunaan narkoba melalui pendekatan rehabilitatif yang lebih humanis, profesional, dan berkelanjutan.

Peresmian dilakukan mewakili Wali Kota Palangka Raya sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap penyediaan layanan pemulihan bagi korban penyalahgunaan narkoba.

Dalam sambutannya, Achmad Zaini mengapresiasi berdirinya WAN Center yang dinilai menjadi wujud kepedulian masyarakat dalam membantu para penyintas penyalahgunaan narkoba kembali menjalani kehidupan secara produktif.

“Pemerintah Kota Palangka Raya menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas hadirnya WAN Center ini. Kehadiran pusat rehabilitasi ini merupakan oase, solusi, sekaligus bukti nyata adanya kepedulian berbagai elemen masyarakat dalam mewujudkan ruang pemulihan alternatif yang humanis dan profesional,” ujarnya.

Menurut Achmad, keberhasilan rehabilitasi tidak cukup hanya menyediakan tempat perawatan, tetapi harus didukung layanan yang menyeluruh agar proses pemulihan berjalan optimal.

Ia menjelaskan, terdapat tiga pilar utama yang perlu menjadi fokus pelayanan di WAN Center, yakni rehabilitasi medis untuk memulihkan kondisi fisik dari ketergantungan zat adiktif, rehabilitasi sosial dan spiritual guna membangun kembali kesehatan mental dan kepercayaan diri, serta pemberdayaan vokasional melalui pelatihan keterampilan kerja agar para klien memiliki bekal ketika kembali ke masyarakat.

“Pemberdayaan vokasional menjadi bekal penting agar mereka mampu mandiri secara ekonomi, memiliki masa depan yang lebih baik, dan tidak kembali terjerumus ke dalam lingkaran penyalahgunaan narkoba,” katanya.

Achmad menegaskan, korban penyalahgunaan narkoba harus dipandang sebagai individu yang membutuhkan dukungan untuk pulih, bukan sebagai pihak yang dikucilkan.

“Mereka yang terlanjur menjadi korban penyalahgunaan narkoba bukanlah musuh yang harus dikucilkan, melainkan saudara-saudara kita yang perlu dirangkul, dipulihkan, dan diberikan kesempatan untuk memperoleh kembali masa depan yang lebih baik,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Achmad berpesan kepada seluruh pengurus, tenaga medis, psikolog, dan konselor WAN Center agar menjalankan tugas secara profesional dengan mengedepankan pendekatan kemanusiaan dalam mendampingi setiap klien.

“Saya titipkan saudara-saudara kita yang nantinya menjalani pembinaan di WAN Center. Bimbinglah mereka dengan pendekatan yang humanis, penuh kasih sayang, serta profesional, sehingga mereka dapat pulih dan kembali menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan daerah,” pungkasnya. (red/yn)

*Editor : Yandi Novia
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.

Go toTop

Baca Juga