Operasi Siaga Darurat Karhutla Kalteng Kerahkan Kekuatan Udara dan Darat

Satgas mengerahkan pesawat patroli, helikopter water bombing, regu pemadaman, dan tim sosialisasi untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
by Juli 28, 2026
1 min read
satgas karhutla kalteng foto dengan armada pesawat |
Personil Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah bersama unsur TNI, Polri, Dinas Kehutanan, Manggala Agni, Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK), Masyarakat Peduli Api (MPA), serta Posko Krisis Karhutla. (Foto: Istimewa)

Satuan Tugas (Satgas) Pengendali Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Kalimantan Tengah terus mengintensifkan Operasi Siaga Darurat Bencana Karhutla dengan mengerahkan kekuatan udara dan darat secara terpadu. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penanganan sekaligus mencegah meluasnya kebakaran di wilayah rawan, Selasa (28/7/2026).

Operasi tersebut melibatkan personel Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah bersama TNI, Polri, Dinas Kehutanan, Manggala Agni, Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK), Masyarakat Peduli Api (MPA), serta Posko Krisis Karhutla. Seluruh personel disiagakan secara bergantian selama 24 jam.

Kepala Pelaksana BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib, mengatakan Operasi Siaga Darurat menjadi bentuk kesiapsiagaan pemerintah menghadapi ancaman karhutla. Sinergi seluruh unsur Satgas, baik di udara maupun di darat, menjadi kunci agar setiap kejadian dapat ditangani sebelum meluas.

“Kami terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki, mulai dari patroli udara, water bombing, pemadaman darat, hingga upaya pencegahan melalui sosialisasi kepada masyarakat. Penanganan Karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga mengedepankan langkah-langkah preventif agar risiko kebakaran dapat diminimalkan sejak dini,” ujar Ahmad Toyib di Palangka Raya, Selasa (28/7/2026).

Dalam operasi tersebut, Satgas mengerahkan empat armada udara yang terdiri atas dua pesawat patroli dan dua helikopter water bombing. Di darat, sebanyak 15 regu pemadaman ditempatkan di Desa Tumbang Nusa, Kelurahan Kameloh Baru, dan Pos Komando, sementara 20 regu gabungan diterjunkan untuk melanjutkan normalisasi saluran kanal di kawasan Tumbang Nusa sebagai upaya mencegah meluasnya kebakaran.

Selain pemadaman, Operasi Siaga Darurat juga mengedepankan langkah pencegahan. Empat regu diterjunkan melakukan siaran keliling dan sosialisasi di sejumlah wilayah Kota Palangka Raya dan sekitarnya untuk mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, memahami bahaya kabut asap, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Toyib mengajak seluruh masyarakat ikut berperan aktif dalam mencegah karhutla. Menurutnya, keberhasilan Operasi Siaga Darurat tidak hanya bergantung pada kesiapan personel dan peralatan, tetapi juga pada kepedulian masyarakat dalam menjaga lingkungan.

“Kami berharap dengan komitmen, kerja sama, dan kepedulian seluruh elemen masyarakat, Kalimantan Tengah dapat tetap terjaga dari ancaman kebakaran hutan dan lahan sehingga kesehatan masyarakat, kelestarian lingkungan, dan aktivitas perekonomian dapat terus berjalan dengan baik,” pungkasnya. (red/yn)

*Editor : Yandi Novia
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.

Go toTop

Baca Juga