Kuliah Tamu di Universitas Palangka Raya, Menteri Mukhtarudin: Anak Muda Harus Berani Keluar dari Zona Nyaman

Karena Kesuksesan itu butuh proses, kesabaran, dan konsistensi.
Menteri P2MI Mukhtarudin turut didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian P2MI Komjen Pol. Dwiyono, Kepala Balai BP3MI Kalselteng Ady Eldiwan, Rektor UPR Prof. Dr. Salampak beserta jajaran pimpinan Rektorat dan Dekanat saat foto bersama usai memberikan kuliah tamu kepada para mahasiswa Universitas Palangka Raya, Jum'at (28/11/2025).

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, memaparkan besarnya peluang kerja luar negeri bagi tenaga kerja Indonesia saat menjadi pembicara pada Kuliah Tamu di Universitas Palangka Raya, Jumat (28/11/2025).

Dalam paparannya, Mukhtarudin menyebut terdapat 351 ribu lowongan kerja yang tersedia bagi pekerja Indonesia di berbagai negara. Namun baru 19 persen, atau sekitar 66 ribu posisi, yang terisi.

“Artinya masih ada sekitar 280 ribu posisi yang belum terisi. Kesempatan ini harus dimanfaatkan oleh tenaga kerja kita,” ujarnya di hadapan ratusan mahasiswa UPR.

Mukhtarudin menegaskan pemerintah terus memperluas kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, untuk meningkatkan kompetensi lulusan agar siap bersaing di pasar kerja global.

“Persaingan kerja hari ini sangat ketat dan peluang di luar negeri sangat banyak. Ini harus kita manfaatkan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa peluang kerja dalam negeri tetap terbuka, namun kesempatan bekerja di luar negeri perlu didorong agar SDM Indonesia mampu bersaing secara global.

“Jangan takut bersaing dengan negara lain. Kita punya kualitas dan sumber daya manusia yang unggul,” katanya.

Di hadapan mahasiswa, Mukhtarudin juga berpesan agar generasi muda tidak takut keluar dari zona nyaman. Menurutnya, kesuksesan lahir dari proses yang panjang.

“Anak muda harus berani keluar dari zona nyaman. Kesuksesan itu butuh proses, kesabaran, dan konsistensi,” ucapnya.

Mukhtarudin berharap P2MI segera menjalin MoU dengan Universitas Palangka Raya untuk memperkuat kolaborasi dalam penyiapan tenaga kerja kompeten.

Sementara itu, Rektor Universitas Palangka Raya, Prof. Dr. Salampak, menyambut positif paparan Menteri P2MI. Ia menyampaikan bahwa UPR memiliki 8 fakultas dan 1 program pascasarjana, dengan jumlah lulusan 3.500–4.000 mahasiswa setiap tahun.

Namun ia mengakui tantangan besar masih dihadapi kampus dalam hal serapan kerja alumni.

“Memang yang menjadi persoalan adalah serapan kerja lulusan kita yang masih rendah,” ujarnya.

Prof. Salampak berharap kunjungan dan paparan Menteri P2MI dapat menjadi titik awal bagi mahasiswa UPR untuk menatap peluang masa depan yang lebih luas.

“Dengan kedatangan Pak Menteri, semua akan memiliki harapan dan cita-cita untuk masa depan,” tutupnya. (Ahaf/yn)

*Editor : Yandi Novia
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.

Baca Juga