Anggota Komisi I DPR RI, Andina Thresia Narang, menyampaikan, bahwa kecakapan digital tidak hanya mencakup kemampuan teknis, tetapi juga etika bermedia, berpikir kritis, serta kesadaran terhadap keamanan siber.
“Generasi muda berada di garis depan pembangunan digital Indonesia. Mereka harus dibekali kecakapan digital yang utuh agar mampu beradaptasi, berkarya, sekaligus terlindungi dari ancaman dunia maya,” ujar Andina dalam kegiatan Ngobrol Bareng Legislator bertema Generasi Muda Cakap Digital, Jumat (12/12/25).
Legislator NasDem dari daerah pemilihan Kalimantan Tengah itu menegaskan, Komisi I DPR RI terus mendorong penguatan kebijakan perlindungan data pribadi, peningkatan keamanan digital, serta pengawasan terhadap platform digital agar ruang siber nasional lebih aman dan produktif.
Ia juga mengingatkan berbagai ancaman nyata yang dihadapi generasi muda di ruang digital, mulai dari hoaks, penipuan daring, perundungan siber, hingga penyalahgunaan data pribadi.
Oleh karena itu, literasi digital menjadi kunci penting dalam menciptakan generasi muda yang cerdas dan bertanggung jawab di era digital.
“Ada ancaman nyata yang dihadapi anak muda, mulai dari hoaks, penipuan online, perundungan daring, hingga penyalahgunaan data pribadi,” terangnya.
Andina berharap, kegiatan literasi digital dapat terus diperluas hingga menjangkau pelajar dan mahasiswa di berbagai daerah, khususnya di Kalimantan Tengah.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat sangat diperlukan untuk membangun ekosistem digital yang sehat. (Ahaf)
*Editor : Yoan Pramoga
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.
