Operasi Karhutla Kalteng Kerahkan Empat Armada Udara

Dua pesawat patroli, dua helikopter water bombing, 15 regu pemadaman, dan 20 regu normalisasi kanal disiagakan untuk mempercepat penanganan kebakaran selama musim kemarau.
by Juli 29, 2026
1 min read
helikopter water bombing padamkan karhutla |
Salah satu helikopter water bombing yang digunakan untuk pemadaman Karhutla di Kalteng. (Gambar ilustrasi)

Satuan Tugas (Satgas) Pengendali Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Kalimantan Tengah mengerahkan empat armada udara dan puluhan regu darat dalam Operasi Siaga Darurat Bencana Karhutla. Pengerahan kekuatan tersebut dilakukan untuk mempercepat deteksi, pemadaman, dan pencegahan meluasnya kebakaran selama musim kemarau.

Armada udara yang disiagakan terdiri atas dua pesawat patroli, yakni Bell 206 L3/PK-FBH dan Grand Caravan Cessna 208B-EX/PK-FPU, serta dua helikopter water bombing, yaitu SA330J Puma/N-814AR dan Sikorsky EH-60A Blackhawk/ZK-HKU. Pesawat patroli bertugas memantau titik panas dan kondisi lapangan, sedangkan helikopter digunakan untuk pemadaman dari udara apabila ditemukan kebakaran.

Baca juga: Helikopter Water Bombing Kucurkan 4,4 Juta Liter Air Padamkan Karhutla di Kalteng

Di darat, Satgas menempatkan 15 regu pemadaman di Desa Tumbang Nusa, Kelurahan Kameloh Baru, dan Pos Komando, masing-masing lima regu. Selain itu, 20 regu gabungan diterjunkan di kawasan Tumbang Nusa untuk melanjutkan normalisasi saluran kanal sebagai langkah mencegah meluasnya api.

Kepala Pelaksana BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib, mengatakan seluruh armada dan personel dikerahkan secara terpadu agar setiap kejadian karhutla dapat ditangani secepat mungkin.

“Kami terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki, mulai dari patroli udara, water bombing, pemadaman darat, hingga upaya pencegahan melalui sosialisasi kepada masyarakat. Penanganan Karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga mengedepankan langkah-langkah preventif agar risiko kebakaran dapat diminimalkan sejak dini,” ujar Ahmad Toyib di Palangka Raya, Selasa (28/7/2026).

Selain mendukung pemadaman, Operasi Siaga Darurat juga mengerahkan regu sosialisasi yang melakukan siaran keliling di sejumlah wilayah Kota Palangka Raya dan sekitarnya. Kegiatan tersebut bertujuan mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Satgas Karhutla melibatkan personel BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah bersama unsur TNI, Polri, Dinas Kehutanan, Manggala Agni, Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK), Masyarakat Peduli Api (MPA), dan Posko Krisis Karhutla. Seluruh unsur bekerja secara terpadu selama 24 jam untuk menjaga kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. (red/yn)

*Editor : Yandi Novia
Seluruh konten situs ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International, kecuali ada keterangan berbeda.

Go toTop

Baca Juga